POS-KUPANG.COM | KUPANG – Tiga orang nelayan yang sedang mencari ikan di Perairan Pantai Hena Kecamatan Rote Selatan dihantam gelombang besar sehingga perahu mereka terbalik. Dua orang dinyatakan hilang dan satu orang selamat.

Humas Basarnas Kupang Nella Amabi dalam rilisnya menyebutkan, dari laporan yang diterima dari Diksel Haning, Kalak BPBD Rote pada Minggu (3/1) pukul 21.20 Wita kepada Basarnas Kupang, Tiga nelayan yang mencari ikan tersebut masing-masing Stef Pello (44) dan Refly Pello (19) hilang. Sedangkan Firman Mbuik (46).

Untuk mencari dua warga yang hilang tersebut, pada Minggu (3/1) pukul 21.45 Wita, diberangkatkan dari Kupang Tim Rescue Pos Unit Rote berjumlah 5 orang menggunakan 1 unit Rescue D-Max dan Rubber Boat dilengkapi Palsar pendukung lainnya menuju lokasi.

Baca juga: Masih Zona Merah Covid-19, Pemda Lembata Keluarkan Edaran Belajar Dari Rumah

Tiba di lokasi, Tim Rescue berkoodinasi dengan keluarga korban dan aparat desa setempat. Oleh karena cuaca tidak mendukung, maka proses pencarian dihentikan dan dilanjutkan Senin (04/01) namun hingga Rabu (6/1) kedua warga tersebut belum ditemukan.

Namun pada, Kamis (7/1) satu dari dua korban yang hilang itu ditemukan dalam kondisi meninggal atas nama Refli Pello. Sedangkan Stef Pello hingga saat ini belum ditemukan hingga tahap pencarian hari kelima.

Baca juga: Warga Desa Lamagute dan Lamaau Kembali Mengungsi Takut Hujan Pasir dan Gemuruh Ile Lewotolok

Kepala Kantor SAR Kupang, Emi Frizer melalui Humas Nella Amabi dalam rilisnya ke Pos Kupang, Kamis (7/1), menjelaskan, Tim SAR gabungan kembali melakukan operasi SAR hari kelima terhadap kecelakaan kapal di Perairan Pantai Hena Kecamatan Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao.

Berdasarkan laporan Tim SAR gabungan di lapangan, pada pukul 07.35 Wita mendapat informasi dari nelayan bahwa telah ditemukan satu orang Refly Pello dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi untuk selanjutnya di bawa ke RSU Ba’a.

Sampai dengan saat ini Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap satu orang korban lainya yaitu Stef Pello (44).

Unsur SAR yang terlibat antara lain, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, ABK RIB Kupang, Pos Unit Siaga SAR Rote, Lanal Rote, Polsek Rote, Polair Rote, Kodim 1627 Rote, BPBD Rote, Camat Lobalain, Kades setempat, masyarakat setempat dan keluarga korban.

Kecelakaan laut juga menimpa dua nelayan asal Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang ditemukan tewas setelah perahu yang ditumpangi terbalik. Dua orang nelayan tersebut yakni Paulus Pati Mete (51) dan Gabriel Wira Bokol (18).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Friezer, membenarkan informasi itu, saat dihubungi, Rabu (6/1/2020).

Dalam laporan Pos SAR di Waingapu, kata Emi, perahu motor itu ditumpangi Ridwan Abdul Hamid (32), Paulus Pati Mete (51) dan Gabriel Wira Bokol.

Emi menyebut, perahu itu terbalik dihantam gelombang, saat mencari cumi di perairan Pantai Batu Putih, Desa Waimaringi Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Dari tiga orang tersebut, hanya satu yang berhasil selamat yakni Ridwan Abdul Hamid. Tim SAR gabungan sempat mencari Paulus Pati Mete dan Gabriel Wira Bokol, yang hilang setelah perahu terbalik. “Jenazah keduanya berhasil kami temukan tak jauh dari lokasi kejadian itu,” ujar Emi. (cr6/kompas.com)



Sumber Berita