Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantu mengirimkan tenaga medis ke titik penanganan korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim spesialis diterbangkan ke sana.

“Pengiriman tim spesialis ortopedi dan anestesi dari Makassar (Sulawesi Selatan) dan Kupang,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati kepada Medcom.id, Rabu, 7 April 2021.

Ortopedi merupakan tindakan medis untuk korban yang tubuhnya cedera. Sedangkan, anestesi merupakan prosedur kesehatan untuk menghilangkan rasa sakit sementara saat penindakan.

Baca: Obat Hingga Anjing Pelacak Dikirim ke NTT

Menurut Widyawati, Kemenkes juga melakukan penyisiran korban luka-luka untuk dievakuasi ke rumah sakit (RS). Kemenkes memfungsikan RS Larantuka dan RS Lembata membantu percepatan penanganan korban.

Selain itu, intervensi yang dilakukan Kemenkes lainnya adalah memfungsikan puskemas secara penuh dan pengiriman logistik seperti tenda, obat-obatan, dan masker secara menyeluruh. Kemudian, melakukan rapid health assesment (RHA) atau mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar yang diperlukan sebagai respons dalam peristiwa bencana.

Belasan wilayah di NTT terdampak bencana alam akibat siklon tropis Seroja pada Minggu, 4 April 2021. Wilayah itu terdiri atas Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Ende. Kemudian, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Alor, Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kota Kupang.

(ADN)



Sumber Berita