Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pembaruan (update) jumlah korban meninggal akibat banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 181 dan 48 yang hilang per Minggu (18/4).

Jumlah itu merupakan angka akumulasi dari beberapa kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana itu.

Lebih rinci, korban yang meninggal di Flores Timur mencapai 72 orang. Sementara yang dua orang hilang, dan 76 mengalami luka-luka.

Di Kabupaten Alor tercatat ada 28 orang yang meninggal, 13 orang hilang dan korban luka-luka 25 orang.

Kemudian di Kabupaten Kupang dilaporkan 12 orang meninggal,3 hilang dan 26 orang mengalami luka-luka.

Di Kabupaten Lembata tercatat ada 46 orang meninggal, 22 orang hilang dan 53 luka-luka. Di Malaka terdapat 11 orang yang meninggal akibatbanjirbandang tersebut.

Di Kabupaten Saibu Raijua ada orang yang tiga meninggal, dan tujuh hilang. Di Ende dan Rote Ndao tercatat satu orang meninggal. Lalu di Kota Kupang enam orang meninggal, satu hilang dan delapan lainnya luka-luka.

Mengenai bantuan yang diterima, Wakil GubernurNTTJosef Nai Sei mengatakan ada bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia berupa pangan, sandang dan perlengkapan masak.

“90 ton (beras), ada indomie, telor dan macam-macam lah. Jadi kita bagi tiga, ada pangan, sandang dan lain-lain menjadi tiga klaster,” terangnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring Minggu (18/4).

Bantuan makanan itu termasuk makanan untuk bayi, tambah Josef.

Sebelumnya provinsi Nusa Tenggara Timur dilandabanjirbandang pada Minggu (4/4).

(isa/eks)

[Gambas:Video CNN]




Sumber Berita