Senin, 08 Februari 2021 | 14:18 WIB

Ilustrasi Pembunuhan. [Antara]

Ilustrasi Pembunuhan. [Antara]


KlikBabel.com – Deni Yexi Mone (36) kini harus meringkuk di penjara akibat aksi neketnya membunuh kakak iparnya Serli Mone-Mandala (32) di depan kios di Dusun Hoeledo, Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (7/2/2021) malam. Seusai menghabisi nyawa korban, pelaku menyerahkan diri ke polisi. 

Dikutip dari Digtara.com--jaringan media Suara.com, pelaku geram dengan korban yang telah menyindir adik sekaligus istri pelaku, Helmi Mone-Lesiangi. Korban sendiri tewas tersungkur di aspal dengan luka bacokan di sekujur badan. 

“Pelaku sudah menyerahkan diri ke Polsek Rote Tengah,” kata Kapolsek Rote Tengah, Ipda Igo Pringgondani, Senin (8/2/2021).

Informasi yang dihimpun, hinaan yang memicu kemarahan pelaku berawal sejak Januari 2021 lalu. Ada dugaan penyelewengan dana PKH milik tetangga pelaku oleh istri pelaku.

Pelaku sudah memarahi istrinya dan membayar ganti rugi kepada tetangganya itu. Namun korban malah terus menyindir pelaku dan istrinya yang menyebutnya tidak ada kerja dan makan uang orang.

Kasus pembunuhan itu berawal ketika korban bercerita dengan pemilik kios bernama Jadlian Toumeluk dan Delsiana Toumeluk-Kiuk. Dalam obrolannya sambil menyindir istri pelaku.

Perbincangan korban dengan pemilik kios didengar oleh kakak kandung tersangka, Martinus Mone. Ia lalu menegur korban dan meminta agar korban tidak menyindir orang.

Cekcok mulut pun terjadi. Pelaku yang baru pulang dari sawah melintas di depan kios dan mendengar pertengkaran itu. Pelaku tersulut emosi mendengar korban menyinggung nama istrinya. Pelaku yang membawa sebilah parang membacok korban di bagian kepala.

Korban berusaha menangkis menggunakan tangan kanannya, tapi gagal. Korban berusaha lari menyelamatkan diri, namun terjatuh di jalan raya di depan kios.

Pelaku mengejar dan kembali membacoknya berkali-kali ke bagian kepala, tangan dan tubuh korban. Tidak ada yang berani melerai sampai korban kritis dan tak sadarkan diri.

Pelaku langsung diantar abangnya ke Mapolsek Rote Tengah, Polres Rote Ndao untuk menyerahkan diri.

Suami korban Angky Mone yang mendapat kabar datang ke lokasi kejadian dan melihat korban dalam kondisi terkapar di aspal. Ia meminta bantuan warga setempat untuk membawa korban ke rumah sakit.

Korban sempat dirawat intensif di ruang UGD RSUD Ba’a, Kabupaten Rote Ndao. Namun sekitar pukul 22.00 wita, korban meningggal dunia.

Hasil visum medis menunjukkan kalau korban mengalami luka potong pada bagian kepala/wajah, telinga kiri putus dan 4 jari tangan juga putus.


loading…


Penulis  :
Editor    : septiani
Sumber : Suara.com



Sumber Berita