Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM | KUPANG — Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia di Provinsi Nusa Tenggara Timur terbilang lambat. Hingga pertengahan Mei 2021, progres vaksinasi lansia baru mencapai 4 persen untuk vaksin dosis pertama dan 2 persen untuk vaksin dosis kedua. 

Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT, dr. Messerasi VB. Ataupah mengakui lambatnya proses vaksinasi tersebut akibat stok vaksin yang terbatas. 

“Kita punya (vaksinasi lansia) sangat kecil karena keterbatasan vaksin,” ujar Messerasi di kantornya, Senin, 17 Mei 2021.

Ia mengatakan, progres vaksinasi secara keseluruhan di Provinsi NTT seharusnya telah menyentuh angka 3,6 persen. Namun demikian, saat ini pencapaian belum sesuai dengan target dan harapan. 

Messerasi menjelaskan, hingga 16 Mei 2021, dari total 443.409 lansia sasaran vaksin di NTT, baru 17.519 lansia yang mendapat suntikan vaksin dosis pertama. Sementara itu, baru 6.863 lansia yang mendapat vaksin dosis kedua. 

Prosentase vaksinasi tertinggi untuk lansia terjadi di Kota Kupang yang mencapai angka 29 persen atau 6.302 lansia untuk dosis pertama dan 23 persen atau 5.002 lansia untuk vaksin dosis kedua dari total 22.084 lansia. 

Di tempat kedua, Kabupaten Manggarai Barat dengan 26 persen atau 4.391 lansia untuk vaksin dosis pertama dan 3 persen atau 553 lansia untuk dosis kedua dari total 16.755 lansia. Menyusul, Kabupaten Sumba Barat dengan 10 persen atau 10.046 lansia untuk dosis pertama dan 3 persen atau 278 lansia untuk dosis kedua dari total 10.143 lansia. 

Sementara itu, progres vaksinasi untuk Kabupaten Malaka, Kabupaten Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Sabu Raijua, Sumba Barat Daya, Alor dan Ngada masih berada pada angka 0 persen. 

Sedangkan untuk vaksinasi pelayan publik Provinsi NTT, hingga kini presentasi vaksin baru mencapai 37 persen untuk Vaksin dosis pertama dan 14 persen untuk vaksin dosis kedua. Dari total 402.222 pelayan publik, baru sebanyak 149.220 orang yang menerima vaksin dosis pertama dan 56.241 orang yang menerima vaksin dosis kedua. 

Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus meminta pemerintah memastikan pelaksanaan vaksinasi secara baik dan cermat. 

Meski konsentrasi pemerintah terbagi dengan upaya rehabilitasi pasca Seroja namun, penanganan Covid-19 diharapkan tidak boleh kendur. Hal ini kata dia terbukti dengan angka positif Covid-19 yang meningkat pasca badai seroja.

“Kita tegaskan supaya Dinas Kesehatan NTT untuk tidak lengah tapi tetap menegakkan prosedur penanganan dan pelaksanaan vaksinasi,” ujar Emanuel Kolfidus.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat Pemkot  Kembali Keluarkan Edaran Baru dan Ketatkan Pintu Masuk 

Ia menyayangkan, pelaksanaan vaksinasi yang terkesan jalan di tempat. Karenanya ia berharap pihak pemerintah dapat menjelaskan hambatan sehingga dapat digenjot agar progres vaksin lebih cepat diselesaikan.

“Program vaksinasi tidak berlari cepat, kita harus konfirmasi dimana hambatan. Ada dua mekanisme, Pemerintah dan mandiri. Ini harus digenjot. Termasuk di kabupaten juga masih sangat rendah, kita akan tanyakan kembali,” tambah Politisi PDI Perjuangan. (hh)



Sumber Berita