Vico Amalo Bukan Raja Sabu Raijua

POS-KUPANG.COM|KUPANG— Pemberitaan di POS-KUPANF.COM, Edisi, Senin (22/2/2021) dengan judul “Raja Adat Sabu Raijua Ultimatum Pemerintah Jangan Gegabah Lantik Orient” menuai  tanggapan pembaca di media sosial. 

Redaksi pun langsung melakukan klarifikasi dengan merubah judul berita menjadi “Tokoh Adat NTT Ultimatum Pemerintah Jangan Gegabah Lantik Orient”. Meski demikian, judul berita lama masih menjadi perbincangan hangat di berbagai grup. 

Menanggapi itu, tokoh adat Rote Ndao, Vico Amalo pun angkat bicara. Menurut dia, judul berita itu hanyalah kesalahan redaksi tanpa ada muatan kepentingan. 

Pada saat wawancara 21 Februari 2021, Vico Amalo hanya menyatakan pendapat secara pribadi, tanpa menyebutkan posisi apapun mengenai polemik WNA menjadi bupati terpilih, tanpa ada sentimen pribadi atau politik apapun. Hal ini sesuai dengan Undang-undang RI dan upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya tidak pernah menyatakan diri sebagai raja adat Sabu Raijua,” ujarnya dalam rilis Klarifikasi yang diterima Pos Kupang, Senin (22/2/2021).

Menurut dia, sebagai raja dari Nusak Termanu, yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), ia tidak pernah berdiskusi dengan Mabes Polri terkait polemik status kewarganegaraan Orient Riwu Kore. Melainkan, melakukan mediasi dengan asisten teritorial Mabes TNI dengan tema “Bela Negara”.

Seorang Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal Dunia 

Wajib Laksanakan Niat Sholat Magrib Sendiri di Rumah,Tata Cara Solat Maghrib & Doa Ifititah Pendek

Berita ini sebagai bentuk klarifikasi dari judul berita sebelumnya dengan judul “Raja Adat Sabu Raijua Ultimatum Pemerintah Jangan Gegabah Lantik Orient”. Karena itu, redaksi memohon maaf atas kekeliruan penulisan. Tuhan memberkati. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
 



Sumber Berita