Warga Bello – Kota Kupang Bersihkan Puing Badai Siklon Seroja di Sumber Mata Air, Simak Infonya

POS-KUPANG.COM | KUPANG— Badai Siklon Tropis Seroja sudah berlalu dari Bumi Flobamora NTT dan dipastikan telah bergerak pergi menjauh dari Indonesia. Namun puing – puing kehancuran yang disebabkan oleh Badai Seroja itu, masih berserakan di sejumlah wilayah di NTT.

Seperti yang nampak di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Salah satu fasilitas umum masyarakat di wilayah itu porak-poranda akibat badai ganas Seroja yang menerpa NTT dan Kota Kupang pada 5 April 2021.

Akibatnya tempat pemandian sebagai salah satu milik umum satu-satunya di sumber mata air Oelneneno Kelurahan Bello tersebut hancur. Akibat tumbangnya sejumlah pohon besar di sekitar.

Kondisi itu sebabkan masyarakat Kelurahan Bello kesulitan saat datang untuk mandi dan cuci. Sebab tidak hanya pohon yang tumbang menghalangi tempat pemandian, tetapi juga tembok penahan air juga ikut hancur.

Sebagaimana pantauan di lokasi tersebut, nampak sejumlah warga dipimpin para Ketua RT dan Ketua RW serta beberapa tokoh masyarakat hadir bersama warga membersihkan ranting kayu dan pepohonan yang tumbang di sekitar sumber mata air Oelneneno itu.

Salah satu warga, Dominggus Takene, mengatakan akibat badai seroja yang menerpa tempat pemandian umum warga Bello itu, sebabkan air mengalir ke segala arah. Karena tembok penahan air juga ikut rusak, tembok dan lantai tempat cuci warga serta satu unit MCK juga ikut ambruk tertimpa pohon yang tumbang.

“Seperti yang kita lihat ini, sekarang semua tempat pemandian termasuk satu MCK juga rusak berat, ini tentu akan menyulitkan kami warga saat mandi dan cuci di tempat umum ini,” jelas Minggus.

Ia berharap ke depan nanti ada perhatian pemerintah untuk bisa membantu masyarakat membenahi kondisi kerusakan fasilitas unum yang rusak tersebut.

Baca juga: 230 KK  di Palakahembi, Kabupaten Sumba Timur Terdampak Bencana, Begini Kondisi Mereka 

Ketua RW 03 Kelurahan Bello secara terpisah mengatakan, di wilayah itu terdapat dua sumber mata air yakni  sumber mata air Oelnepaut dan Oelneneno. Kedua sumber mata air itu menurutnya sejak dulu sudah menjadi tumpuan kehidupan sebagian besar warga Bello. Sebab dari aliran dua mata air itu tidak saja dipergunakan warga untuk minum dan mandi. Tetapi juga telah bertahun lamanya menghidupkan areal pertanian milik petani.

Baca juga: Warga Desa Lidor – Rote Ndao Tewas Dengan Tubuh Penuh Luka Bacokan, Begini Kondisinya, TV Kronologi

“Ada dua sumber air yang boleh dibilang menjadi urat nadi kami dan telah lama sejak nenek moyang orang Bello tidak saja dimanfaatkan untuk minum dan mandi, namun turut menghidupkan puluhan hektar areal pertanian kami,” tandas Takene.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

KERJA BAKTI —  Warga Bello lakukan kerja bakti membersihkan puing-piung badai seroja di tempat pemandian sumber mata air Oelneneno.  (istimewa)



Sumber Berita